Kiranya sudah ribuan hari
Sudah terhitung tahun
"Ahhh, itu lagi!"
Aku berseru pada aku dewasa
Mengapa seperti tak ada upaya?
Aku aku dan aku bermonolog lagi
Tidak! kubilang tidak, tidak saling menengahi
Optimisku bilang aku kaya memori
Sisi bodohku menertawai
"Kalau begitu kau sudah jadi dokter bodoh"
Sialan lalu apa!
Apa?
Jiwaku mencelos
Kau?
Ku bilang kau objek sadis yang menggerayangi otakku
Menepis tuduhan-tuduhan itu
Aku susah susah menyangkal
Bahwa itu karena kau
Dengan hati dongkol
Pikiran dangkal
Astaga
Mengapa semua terasa benar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar