Membingungkan. Sebenarnya kau mau apa? Minta dikabari setiap hari? Minta dia selalu balas pesanmu? Membenci seseorang yang selalu ada di peredarannya? Tidak begitu kawan. Mau bagaimana pun pola pikirmu bertentangan dengan dia. Kalau dipikir kau memang tidak berhak tau apa kegiatannya hari ini bahkan sekedar tanya "kau sedang apa?' saja terlihat tidak nyaman. Kalau merasa tidak pandai tahu diri kau bisa pasang tulisan di manapun kalau kau bukan siapa-siapanya. Semua tetap memiliki batas, tidak bisa pakai ego. Kau akan menyesal jika bermain-main dengan ego yang tak pernah menyelesaikan itu. Dia berhak hidup tenang dari pertanyaan-pertanyaanmu yang menurutnya hanyalah perkara membuang waktu. Jangan terlalu memaksa kawan, sayangi dia sewajarnya. Kalau kau minta dikabari setiap hari apa tidak aneh? Kau bukan siapa-siapa. Kalau tak mau sedih jangan berharap seperti itu. Jangan merasa dipermainkan sewaktu dia tak membalas pesanmu. Karena dia memiliki dunia yang tak kau miliki. Kau tak berhak mencampurinya. Dia butuh ruang. Heran, kenapa yang bukan siapa-siapa malah jadi setengah gila karena merasa dipermainkan? Semua yang berlebihan tak baik, kawan. Kau bisa lebih hancur jika meneruskan. Sudah tak diinginkan, malah mengacaukan. Dia bisa saja menganggap kalau kau penggangu dan malah membenci. Menambah perih hati. Luka lama masih basah, malah kembali bersimbah darah. Menyayangi dengan sewajarnya terdengar lebih menyenangkan. Tak perlu merasa setengah gila saat kau tak mendengar kabarnya. Ya memang tak mudah, tapi sesuatu yang kau butuhkan perlu diperjuangkan bukan? Perjuanganmu tidak harus terlihat dan tidak memaksa. Lipat rapi perasaanmu, jangan sampai berceceran tidak beraturan yang membuatmu menjadi semakin gila. Semesta tak suka melihat penghuninya seperti itu. Hanya menambah kekacauan, Percaya.
Sedikit intropeksi kawan, jangan terlalu memaksa jika tidak mau terluka. Kesindir gak nih? Semangat berjuang pejuang rasa. Ah semoga bermanfaat, lusa sudah masuk sekolah.
Salam sederhana dari qorin
Selamat datang di sini, di tempat agak gak jelas ini. Seperti judulnya,blog ini isinya tulisan sederhana yang gak seberapa. Sebabnya yang bikin cuma amatiran dan tapi nggak curhat kok hehe. Happy reading!
Sabtu, 14 Juli 2018
Rabu, 16 Mei 2018
Temu
Kehidupan normal yang manusia jalani sehari-hari tak terlepas dari manusia lainnya. Aktivitas memaksa untuk bertemu individu-individu baru. Banyak pertemuan tak terduga menghadirkan cerita bahkan sejarah baru. Entah aku hidup hari ke berapa, tetapi hari itu benar-benar terjadi. Pertemuan itu ada saat ruang dan waktu kita dalam lingkup yang sama. Aku, kau dan aktivitas kita. Ah terlalu cepat untuk bilang kita. Kemudian kita menjelma dalam satu atmosfer. Sering satu ruang walaupun tanpa bincang, hanya tentang tatapan yang sulit diartikan. Waktu berjalan tanpa pelit kejadian, pengalaman dan rasa. Mendekatkan kita meski masih ada banyak sekat. Di sini peranku sebagai perasa tanpa dibalas tuan. Aku pikir hanya bertukar pesan tak apa, tapi kenapa lama-lama hati menginginkan lebih. Ah sudah, kalau bicara tentang hati memang tidak ada habisnya. Bingung, karena di sini hanya pihakku yang menginginkan lebih. Kode-kode mengalir melalui media sosialku, sebenarnya itu hanya bagian dari rasa pengecutku karena tak berani mengungkapkan. Banyak yang manusia-manusia sekarang yang hanya menebar kode tanpa bisa mengungkapkan. Berhadap si dia peduli dan menanggapi. Mungkin sebenarnya dia peka dan merasa, hanya saja mungkin dia tidak peduli atau bahkan tidak mau berurusan dengan kode-kodemu lebih lanjut.
Sekian, apakah ada yang pernah mengalami seperti tulisanku di atas? Comment below!
Terimakasih selamat berpuasa.
Salam sederhana dari qorin.
Sekian, apakah ada yang pernah mengalami seperti tulisanku di atas? Comment below!
Terimakasih selamat berpuasa.
Salam sederhana dari qorin.
Langganan:
Postingan (Atom)